Cisolok_Rilisberita.com - Puncak perhelatan Seren Taun Kasepuhan KA-447 Sinar Resmi Tahun 2026 berlangsung khidmat dan meriah di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Tradisi adat tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen ini dihadiri Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, unsur Forkopimda, Forkopimcam Kecamatan Cisolok, tokoh adat, serta ribuan masyarakat yang turut menyaksikan jalannya prosesi adat.
Seren Taun merupakan warisan budaya masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian, sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menjaga kelestarian nilai-nilai budaya leluhur.
Rangkaian acara puncak diisi dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, di antaranya kesenian Rengkong yang menggambarkan semangat gotong royong masyarakat dalam mengangkut hasil panen, serta atraksi Laes Debus yang memperlihatkan kekayaan seni dan tradisi khas budaya Sunda.
Suasana semakin khidmat saat prosesi puncak Ngadiukeun Pare ka Leuit atau memasukkan padi ke dalam leuit (lumbung padi adat) dilaksanakan. Prosesi tersebut menjadi simbol penyimpanan hasil panen sekaligus harapan akan keberkahan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat adat pada musim tanam berikutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pariwisata memiliki tiga kategori utama, yakni wisata alam, wisata buatan, dan wisata budaya. Menurutnya, Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi merupakan salah satu contoh nyata bagaimana budaya mampu menjadi kekuatan dalam menggerakkan sektor pariwisata.
"Hari ini kita bangga dan bahagia karena budaya Seren Taun di Kasepuhan Sinar Resmi masih tetap dijaga. Tradisi ini telah menjadi daya tarik wisata sehingga wajar jika Sinar Resmi menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Karakter dan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi harus terus dibangun agar semakin menarik wisatawan," ujarnya.
Ali menjelaskan, event budaya merupakan pondasi penting dalam pengembangan pariwisata karena mampu mempertemukan banyak orang dalam satu kegiatan. Dari penyelenggaraan event akan tercipta perputaran ekonomi (spending money), memberikan manfaat bagi masyarakat, serta membangun kesan yang kuat bagi setiap pengunjung.
"Kalau pengunjung memiliki pengalaman yang baik, mereka akan kembali lagi dan mengajak orang lain untuk datang. Selain itu harus ada sesuatu yang bisa dibeli (something to buy), sehingga wisatawan tidak hanya datang beberapa jam, tetapi juga menginap. Dengan begitu UMKM, rumah singgah, hingga pelaku ekonomi lainnya akan merasakan manfaat, dan pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian daerah dari sektor pariwisata," jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian Seren Taun.
"Kami dari Dinas Pariwisata tentu akan terus memberikan dorongan. Apalagi Pak Bupati juga turun langsung untuk menyemarakkan dan melestarikan Seren Taun. Kegiatan ini harus terus kita gelorakan dan dipromosikan agar semakin dikenal sebagai daya tarik wisata Kabupaten Sukabumi," tambahnya.