Rilisberita.Com Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi turut mendampingi kunjungan kerja Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman bersama Bupati Sukabumi H. Asep Japar dan Wakil Bupati H. Andreas dalam peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026). Kehadiran Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi menjadi bagian penting dalam sinergitas TNI bersama pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah terdampak banjir dan longsor.

Peresmian tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan itu, H. Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang melanda wilayah Cisolok, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa. “Sekitar 10 rumah warga hanyut akibat banjir dan longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya turut memberikan bantuan dalam pembangunan hunian bagi warga terdampak, serta berkomitmen menambah 10 unit rumah lagi di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Selain itu, beliau memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap semangat bangkit pascabencana. "Saya berharap hunian tetap yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan menjadi awal pemulihan kualitas hidup masyarakat," ucapnya. Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat hunian yang telah dibangun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya di kawasan rawan seperti lereng. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan sistem pipanisasi air bersih guna menunjang kenyamanan warga di lokasi relokasi.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, KH. Encep Hadiana, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan hunian tersebut.
"Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, mulai dari Pak Dudung, Menteri Muhaimin, KSAD Jenderal Maruli, anggota DPR RI, hingga pemerintah daerah dan Forkopimda," pungkasnya.
(Khoerudin)