Bogor,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan duka cita mendalam atas kematian seorang warga bernama Widya (24), warga RW 15, Kelurahan Pasirjaya, yang tertimpa pagar akibat tanah longsor pascahujan lebat, Minggu (3/5/2026).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), curah hujan di Kota Bogor mencapai lebih dari 110 milimeter atau masuk kategori hujan sangat lebat. Intensitas hujan yang berada di atas normal tersebut mengakibatkan sejumlah kejadian bencana di beberapa wilayah.
“Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memang patut diwaspadai. Tadi BPBD melaporkan intensitas hujan lebih dari 110 milimeter, yang masuk kategori sangat lebat dan hampir terjadi di seluruh wilayah Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi saat meninjau ke lokasi.
Ia menjelaskan, peristiwa di RW 15, Kelurahan Pasirjaya, dipicu kondisi pagar yang sudah miring, rapuh, dan rawan roboh. Saat kejadian, hujan diketahui telah reda dan korban keluar rumah hendak pergi ke warung, sebelum akhirnya tertimpa pagar tembok yang ambruk.
Selain kejadian tersebut, Pemkot Bogor juga mencatat terdapat empat titik lintasan banjir, dua titik lokasi tanah tergerus di RW 3 dan RW 15 Kelurahan Pasirjaya, serta beberapa kejadian pohon tumbang dan atap rumah ambruk akibat cuaca ekstrem.
Dedie Rachim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan guna memperlancar aliran air dan meminimalisir risiko banjir.
“Selain tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, kami juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran udara tetap lancar. Pemkot Bogor pun akan terus melakukan langkah antisipatif melalui normalisasi saluran air dan upaya mitigasi lainnya,” katanya.
(M.Ibing)